|
HARGA: RP 30.000,-
Isi: 80 kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
KHASIAT: Mengobati
batuk, sakit tenggorokan, kanker rahim, kanker paru, infeksi saluran
napas (bronkitis), radang paru (pneumonia), radang akut amandel
(tonsilitis akut), hepatitis akut dan kronis, radang kandung empedu
(kolesistitis), hepatitis, pengerasan hati (sirosis), perut busung
(asites), radang konjungtiva mata (konjungtivitis), infeksi saluran akut kencing, diare, disentri, keputihan, tulang patah.
KANDUNGAN CAKAR AYAM ALAM
Serat Centhini yang menyinggung soal kesehatan, tanaman ini
disebut-sebut sebagai tanaman yang berkhasiat kesehatan. Di dalam Serat
Centhini yang berupa tembang macapat itu dikatakan, tanaman yang
disebut sebagai suket solo, ceker pitik atau cakar ayam punya khasiat
penting bagi kebugaran tubuh manusia.
Demikian pula disinggung
dalam buku Bothekan yang diterjemahkan oleh Ir Wibatsu dari karya
Sultan Hamengku Buwono II atau Sultan Sepuh. Tumbuhan paku-pakuan ini
biasa hidup di tebing, tepi jurang dan tempat-tempat teduh lainnya yang
berhawa dingin. Tumbuhan ini mempunyai nama lain rumput solo dan cemara
kipas gunung.
Tumbuh tegak dan bisa mencapai tinggi 15-35 cm,
akar keluar pada percabangan. Batang ada yang berbaring dan ada yang
berdiri tegak, bercabang menggarpu.
Daunnya kecil-kecil, panjang
4-5 mm lebar 2 mm, bentuknya jorong, ujung meruncing, pangkal rata,
warna permukaan atas hijau tua, permukaan bawah hijau muda. Daun
tersusun di kiri kanan batang induk sampai pada percabangannya sehingga
menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.
Menurut sumber yang
disusun oleh Dr Setiawan Dalimartha yang disajikan dalam buku 'Atlas
Tumbuhan Obat Indonesia' disebutkan bahwa cakar ayam rasanya manis,
hangat, masuk meridian paru, hati dan lambung. Berkhasiat untuk
menghilangkan panas dan lembab, serta melancarkan aliran darah, disebut
pula sebagai antitoksik, antiracun, antineoplasma, penghenti perdarahan
(hemostatis) dan menghilangkan bengkak.
Tumbuhan ini mengandung
alkaloid, phytosterol dan saponin. Bagian yang digunakan adalah seluruh
tanaman (herba) yang telah dikeringkan dapat digunakan untuk mengatasi
batuk, sakit tenggorokan, infeksi saluran napas (bronkitis), radang
paru (pneumonia), radang akut amandel (tonsilitis akut), hepatitis akut
dan kronis, radang kandung empedu (kolesistitis), pengerasan hati
(sirosis), perut busung (asites), radang konjungtiva mata
(konjungtivitis), infeksi saluran akut kencing, diare, disentri,
keputihan, tulang patah.
Juga perdarahan seperti mimisan, muntah
darah, berak darah serta kanker korioepitelioma, koriokarsinoma, kanker
nasofaring, kanker paru dan kanker saluran cerna.
Sebagai
contoh, herba kering sebanyak 15-30 gram, untuk kanker 50-100 gram.
Bahan tersebut direbus dalam 5 gelas air dengan api kecil selama 3-4
jam. Setelah dingin air rebusannya diminum beberapa kali hingga habis
dalam sehari. Untuk pemakaian luar, herba segar dipipis, lalu
ditempelkan ke tempat yang sakit. Digunakan untuk pengobatan rematik,
koreng, tulang patah dan luka berdarah.
Efek farmakologis dan
hasil penelitian pemakaian tumbuhan ini dikatakan akan menghambat
sarkoma 180 dan kanker serviks 14 pada tikus dan sel L16 yang diisolasi
dari kanker hati manusia, merangsang fungsi adrenorkortikal tikus, juga
merangsang metabolisme dan fungsi retikuloendotelial.
|