|
HARGA: RP 25.000,-
Isi: 80 kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
KHASIAT: Mengobati
disentri basiler, disentri amuba, diare, gangguan pencernaan, radang
usus, melancarkan kencing, mengobati asbes paru, bronchitis kronis,
asbes payudara, typus abdomenalis, radang ginjal, radang tenggorokan,
astma, dan radang kelenjar susu atau payudara bengkak. Deskripsi : Patikan
kebo yang punya nama latin Euphorbia Hirta L. termasuk dalam familia
tumbuhan Euphorbiaceae. Herbal ini biasa ditemukan di kebun, pinggir
sawah, lapangan bahkan pekarangan rumah. Daunnya berbentuk taji dan
berbulu berwarna hijau, merah kecoklatan. Batang berwarna merah coklat
dan berbulu juga. Orang tua jaman dulu menggunakan getah tumbuhan ini
untuk mengobati penyakit mata yang merah karena belekan atau glaukoma.
Namun, khasiat tumbuhan ini tidak terbatas itu. Patikan kebo mempunyai
sifat anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing) dan anti
pruritic (menghilangkan gatal), hemostatik, ekspektoran. Kandungan
kimia yang terdapat didalamnya: Flavonoid; Glikosida; Sterol;
Eufosterol; Jambulol; Asam melisat; Asam forbat; Alkolid; Gula; Tanin.
Salah
satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk
mengatasi berak darah adalah patikan kebo (Euphorbia hirta L). Tanaman
ini dapat ditemukan diberbagai daerah di Indonesia yang mempunyai
banyak nama. Antara lain: kukon-kukon, patikan (Jawa), kak sekak
(Madura), daun biji kacang (Melayu), gelang susu, gendong anak
(Jakarta), nanangkaan (Sunda), sosononga (Halmahera), isu ma bi
(Ternate) dan isu gibi (Tidore). Pemberian sedian patikan kebo,
secara nyata mampu meningkatkan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan
nilai hematokrit, baik dalam bentuk sediaan perasaan, infusa maupun
ekstraknya. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil penelitian Balai
Penelitian Veteriner. Dalam percobaan tersebut digunakan 24 ekor ayam
pedaging jenis Hubbard yang dipelihara sejak umur satu hari hingga tiga
minggu. Setelah itu, setiap ekor ayam diinfeksi dengan 5.000 Ookista
Eimeria tenella yang telah bersporulasi dengan menggunakan spuit kaca
berjarum tumpul. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa patikan kebo
dapat meminimalkan perdarahan yang terjadi akibat infeksi Eimeria
tenella. Hal ini diduga karena tanaman ini mengandung beberapa zat
aktif yang berperan untuk meminimalisir perdarahan. Zat-zat kimia yang
terkandung di dalamnya antara lain: flavanoida, tannin, beta amiris,
asam elogik, querstrim, diterpenoida dan triterpenoida. Flavanoida
dapat menurunkan permiabilitas kapiler darah, sehingga kerusakan
kapiler darah dapat dicegah atau dapat diperbaiki, dan nutrisi dan
oksigen (untuk menunjang kesembuhan) dapat disuplai melalui kapiler
tersebut. Selain itu, flavanoid yang antithrombik dapat membentuk
sumbat thrombosit, sehingga dapat menutup robekan kecil pada pembuluh
darah. Sedang tannin berkhasiat sebagai antiseptik (mencegah
pertumbuhan bakteri) dan hemostatik (menghentikan perdarahan). Sementara
itu, asam elogik juga dapat mengontrol kerusakan kapiler dan berperan
dalam proses pembekuan darah. Sedang diterpenoida dan triterpenoida
berkhasiat sebagai anti radang (anti inflamasi). Pada kasus berak darah
ini, biasanya disertai gejala diare yang disertai dengan dehidrasi.
Dengan pemberian patikan kebo ini, maka gejala tersebut dapat diatasi
karena tanaman ini mengandung quersitrin yang dapat memperlemah
kontraksi usus, tetapi tidak mengubah transpor cairan di dalam mukosa
usus
|