|
TAZAKKA KAPSUL HERBAL: TEMULAWAK “PLUS”
HARGA: RP 25.000,- Isi: 80 kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
KHASIAT: Mengobati
hepatitis, anti radang, anti keracunan empedu, penurun kolesterol,
diuretik (peluruh kencing), penghilang nyeri sendi, tonikum, maag, bau
haid, sembelit, kurang ASI, asthma, cacar air, sariawan, bau badan,
anti jerawat,meningkatkan nafsu makan, dan penyakit kandung empedu.
DESKRIPSI Bagi
masyarakat di pulau Jawa, nama temulawak pasti tidak asing lagi. Di
daerah Jawa Tengah, tanaman bernama Latin Curcuma xanthorhiza Roxb ini
dikenal sebagai minuman eksotik dengan cita rasa khas. Dengan
mencampurkan tanaman bersama gula dan kunyit, lalu diseduh dengan air
panas akan menghasilkan sebuah rasa tersendiri.
Masyarakat
Jawa Tengah biasanya memberikan ramuan ini kepada anak-anak yang susah
makan, sebab disinyalir ramuan temulawak dapat meningkatkan nafsu
makan. Bahkan dipercaya juga sebagai jamu yang memperlambat proses
penuaan, menghilangkan flek hitam di wajah serta menjaga kelenturan
tubuh. Perempuan sehabis melahirkan disarankan meminumnya, begitu
menurut kepercayaan masyarakat Jawa. Secara klinis, khasiat tumbuhan
asli Indonesia ini bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Temulawak
memiliki kandungan minyak atsiri yang memang membangkitkan selera
makan, membersihkan perut dan memperlancar ASI. Lebih dari itu,
menurut seorang guru besar Universitas Padjajaran (UNPAD), berdasar
hasil penelitian, ekstrak temulawak sangat manjur untuk pengobatan
penyakit hati . Di samping itu, juga sudah terbukti bisa menurunkan
kadar kolesterol dalam darah dan sel hati. Semua khasiat itu adalah
berkat adanya kandungan kurkumin, yakni zat yang berguna untuk menjaga
dan menyehatkan hati atau lever atau istilah medisnya hepatoprotektor.
Tidak heran, sebab komposisi kimia dari rimpang temulawak adalah
protein pati sebesar 29-30 persen, kurkumin satu sampai dua persen dan
minyak atsirinya antara 6 hingga 10 persen. Temulawak adalah
tumbuhan asli Indonesia tetapi penyebarannya hanya terbatas di Jawa,
Maluku, dan Kalimantan. Mereka merupakan tumbuhan semak tak berbatang.
Mulai dari pangkalnya sudah memunculkan tangkai daun yang panjang
berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2 sampai 2,5 meter. Daunnya bundar
panjang, mirip daun pisang. Pelepah daunnya saling menutupi membentuk
batang. Tumbuhan yang patinya mudah dicerna ini dapat tumbuh baik di
dataran rendah hingga ketinggian 750 meter di atas permukaan laut.
Dapat dipanen setelah berusia 8-12 bulan, daunnya telah menguning dan
kelihatan hampir mati. Umbi akan muncul dari pangkal batang,
warnanya kuning tua atau coklat muda, panjangnya sampai 15 sentimeter
dan bergaris tengah 6 sentimeter. Baunya harum dan rasanya pahit agak
pedas.
|