|
HARGA: RP 25.000,- Isi: 80 kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
KHASIAT: meringankan rasa sakit dan rasa nyeri, masuk angin, pencernaan yang terganggu, muntah muntah, sembelit, mencret, perut kembung.
DESKRIPSI Berasal
dari Maluku, kini pala ditanam di negara-negara tropis, dan di
kepulauan Antillia. Dikenal di India dibawa oleh bangsa Hindu yang
teIah menetap di Jawa dan di kepuIauan bagian timur. Dari India sampai
Irian dan Eropa, biji PaIa dan fulinya digunakan sebagai bumbu dan
obat. Tanaman ini biasa ditanamdi kebun dan tempat lain pada ketinggian
sekitar 1000 m dari permukaan laut.PaIa merupakan tumbuhan obat-obatan
yang seringkaIi disebut di Farmakope, Ramuan obat-obatan Nasional atau
ditulis sebagai resep resmi, serta dipergunakan sekurang-kurangnya di
23 negara.
Uraian Tanaman :
Tumbuhan
berbatang sedang ini memiliki tinggi sekitar 18 m. Daunnya berbentuk
bulat-telur atau lonjong-panjang dimana kaki dan ujungnya tajam. Bagian
belakang daun berwarna biru-hijau, sedang bagian atas daun berwarna
hijau-tua, berukuran 15 x 7 cm dan berbau wangi aromatis. Bunganya
berwarna kuning; sebagian besar adalah bunga jantan dan sebagian lagi
bunga betina. Bunga tersebut berkumpul sebagai malai yang bercagak
kecil dan tidak berbulu. Bunga jantan berbentuk buyung, besarnya antara
7-9 mm, dengan tiang benang-sari sedangkan bunga betina agak lebih
besar dan tidak mempunyai tiang benang sari. Tanaman pala berbuah
bundar, dengan kerut menurut panjangnya buah dan terbagi dalam dua
belah. Biji paIa yang diperdagangkan berwarna merah, tertutup oleh
mantel berdaging berupa daun (fuli atau arillus, dengan corak merah tua
halus); daging buah keras, berwarna keputih-putihan, mengandung getah
putih, dan rasanya kelat, enak dimakan dengan gula atau sirop.
Kandungan Kimia : Buah
pala mengandung zat-zat : minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat
membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol),
gliseda (asam-miristinat, asam-oleat, borneol, giraniol), protein,
lemak, pati gula, vitamin A, B1 dan C. Minyak tetap mengandung
trimyristin.
Biji pala dikenal sebagai Myristicae Semen yang
mengandung biji Myristica Fragrans dengan lapisan kapur, setelah
fulinya disingkirkan. Bijinya mengandung minyak terbang, dan memiliki
wangi dan rasa aromatis yang agak pahit. Sebanyak 8 - 17% minyak
terbang yang ditawarkan merupakan bahan yang terpenting pada fuli.
Kegunaan : PaIa
dikenal sebagai obat pelepas kelebihan gas di usus dan sebagai obat
perut. Kulit dan daunnya mengandung minyak terbang dengan wangi pala
yang menyenangkan. Pala Irian dipakai sebagai obat pencahar sedangkan
pala jantan dipakai sebagai obat rnencret dan obat perangsang. Bunga
kering (kembang Pala) dipakai pada pelbagai campuran jamu. Getah segar
yang berwarna kehijau-hijauan dari buahnya (beserta air) dipakai
sebagai obat kumur untuk mengobati sariawan. Sabun Pala beguna untuk
mengobati encok.
Kegunaan khusus dari biji Pala, yarig dikenal
sebagai Nux moschata M.moschata adalah sebagai obat homoeo-pathi. Biji
kerasnya setelah dicuci untuk menghilangkan kapurnya, dibuat menjadi
tinktur (direndam dalam alkohol) atau tepung. Obat homoeopathis berguna
untuk mengobati sakit histeri, sembelit, mencret dan penyakit sulit
tidur atau perut kembung.
Biji PaIa telah terbukti berhasil
mengobati mencret pada manusia maupun pada hewan. Di India maupun di
Indonesia, biji Pala sudah umum dipakai sebagai obat mencret.
Berdasarkan pembuktikan di labolatorium bahwa biji pala bereaksi dengan
prostaglandin-prostaglandin.
|